CHOOSE YOUR LANGUAGE:

CHOOSE YOUR LANGUAGE:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 09 Agustus 2012

MUHAMMAD MISBAKHUN : PEMBELAJARAN BAIK KHUSUSNYA UNTUK IKHWAH PKS

Ironis memang, keadaan ummat Islam di negara ini. Mereka berlomba saling menjatuhkan walaupun dengan cara yang sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan sampai menyebarkan fitnah. Jika kaum kafir menggunakan cara-cara seperti itu tentunya kita tidak merasa heran. Tapi cara-cara tersebut kadang dipakai oleh orang yang menyatakan diri sebagai aktifis Islam. Hal ini juga terjadi dengan PKS terutama Muhammad Misbakhun.

Anehnya lagi mereka seakan sangat senang sampai menghujat Misbakhun dan PKS tanpa meminta klarifikasi terlebih dulu. Seakan mereka layaknya kaum sekuler, liberal, kafir dan beberapa orang yang menganggap PKS adalah musuh dan ancaman yang diharapkan segera hancur tidak tersisa.

Menyoal awal mula ketika Misbakhun begitu lantang dan keras untuk mengungkap kasus Century, yang diyakininya terdapat salah satu penguasa juga ikut menikmati hasil dari “rampokan” Bank Century. Misbakhun akhirnya dijadikan tersangka dengan proses pengadilan yang begitu cepat.

Kasus yang penuh dengan rekayasa itu satu demi satu dijalani oleh Misbakhun dengan sabar dan dengan keyakinan penuh bahwa dirinya tidak bersalah. Dari pengadilan pertama ia dijatuhi 1 tahun penjara, setelah jaksa banding ke pengadilan kedua menjatuhi 2 tahun penjara. Tetapi takdir Alloh SWT, diberikan dengan kemenangan saat berada di Mahkamah Agung (MA).

Mahkamah Agung dengan tegas telah memutuskan bahwa Misbakhun terbukti tidak bersalah dan tidak terbukti memalsukan LC di Bank Century.

Diawal mula dari keputusan Misbakhun dianggap bersalah hingga harus dijatuhi hukuman 1 tahun dan naik lagi menjadi 2 tahun. Kita tidak perlu memungkiri, banyak sekali para penghujat yang terus berseloroh tentang kasus Misbakhun ini. Tak henti-hentinya PKS dianggap sarang korupsi, sarang maling, bahkan tak sedikit organisasi yang mengatasnamakan Islam pun juga ada yang dengan semangat gegap gempita mempublikasikan bahwa Misbakhun adalah tambang duit PKS.

Aksi kaum sekuler, liberal dan kafir ini anehnya langsung di ikuti mereka yang mengaku berjuang untuk Islam. Lebih aneh lagi, ketika media sekuler mempublikasikan kemenangan Misbakhun, mereka justru tidak mau bertanggung jawab atas berita yang mereka sebarkan.

Apakah pantas seorang yang mengaku Muslim, sedangkan dia tidak mempunyai sifat adil? Apalagi jika menyangkut situs resmi sebuah organisasi, tentu berbagai berita yang ditampilkan adalah wujud dari orang yang didalamnya.

Teko yang berisi air putih tetap akan mengeluarkan air putih, dan teko yang berisi kopi akan juga mengeluarkan kopi. Organisasi yang berisi orang baik, maka isinya adalah berbagai kebaikan yang ditampilkan di situsnya, tetapi organisasi yang berisi keburukan maka kita akan terus mendapatkan hal-hal yang buruk dalam tampilan di situsnya. Sebagimana mereka tidak akan pernah mengakui kesalahan jika salah, tetapi mereka akan melemparkan tanggungjawabnya kepada yang lain.

Ibarat air bersih yang sekedar berada di kolam ikan, tentu tidak mempunyai manfaat lebih kecuali hanya untuk beberapa ikan saja. Tetapi air bersih yang tercampur dengan air kotor yang berada di sungai akan lebih banyak manfaatnya bagi seluruh mahluk hidup yang berada disekitarnya.

Kembali ke Misbakhun
Ketika kita dulu melihat Misbakhun yang awal mula gampang sekali mempunyai sifat yang meledak-ledak, kini ia sudah tak lagi seperti dulu. Perangainya terlihat tawadhu dan bicaranya juga lebih teratur. Bahkan ia mengatakan telah menghapus berbagai dendam atas tindakan kezaliman yang ditujukan kepadanya sebagaimana seperti Andi Arief, staf khusus presiden bagian penanggulangan bencana yang sedikit linglung melaporkan Misbakhun dengan dikait-kaitkan mengenai kasus korupsi.

Kita bisa melihat hikmah yang indah ketika melihat kemenangan Misbakhun atas kezaliman yang menimpanya.

Pertama, ia tidak menyimpan dendam terhadap siapapun atas apa yang menimpa dirinya, dengan dipenjara dan nama baiknya dicemarkan oleh penguasa dan antek-anteknya serta oleh segolongan Muslim yang terlihat dengan ciri kemunafiqan. Misbakhun dengan tegas telah memaafkan mereka semua.

Kedua, ia tetap teguh dalam memperjuangkan kebenaran. Karena keyakinan tentang kebenaran, ia tidak pernah meninggalkan berbagai harapan yang optimis untuk mundur dalam memperjuangkan kebenaran dalam kebaikan.

Ketiga, Misbakhun orang yang taat terhadap struktur organisasinya (PKS), walaupun mungkin ia mempertanyakan sebuah pertanyaan “siapa yang menjadikan ia dikeluarkan dari DPR” ia mempertanyakan langsung kepada pimpinan kode etik di DPR yang akhirnya juga bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tetapi Misbakhun dengan tegas juga mengatakan “Saya serahkan semua kepada PKS, jika saya dimundurkan dari DPR. Saya mematuhi prinsip aturan partai.” Pernyataan ini adalah pernyataan yang begitu gamblang dan jelas, bahwa sebenarnya Misbakhun orang yang tetap istiqomah dalam perjuangannya bersama PKS. Karena ia telah meyakini perjuangan bersama PKS merupakan perjuangan yang benar-benar menegakkan prinsip kebenaran, karena itu ia tidak menyatakan dirinya keluar dari PKS. Malahan dia tetap patuh terhadap keputusan PKS.

Ini hebatnya, jarang ada orang yang mampu menerima keputusan partai dengan tetap berada di partainya, kebanyakan adalah keluar dari partai. Tetapi tidak bagi Misbakhun karena ia meyakini prinsip kebenaran ketika berjuang bersama PKS!

Keempat, prinsip meminta restu dan doa seorang ibu menjadi prinsip yang mendasar bahwa orang tua adalah tempat yang utama bagi manusia untuk meminta agar mendoakan dirinya atas terlepas proses ketidakadilan yang dialaminya.

Inilah berbagai hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa Misbakhun. Hikmah ini merupakan hal yang baik bagi kita semua apalagi khususnya kepaga kader PKS. Jangan sampai mereka lemah hanya karena hukuman yang diberikan oleh partai, apalagi hingga terlepas dari arena perjuangan hanya karena tidak setuju dengan keputusan partai. Ini tentu keputusan yang kekanak-kanakan.

Misbakhun telah memberikan contoh yang baik untuk kader PKS, boleh jadi nantinya kasus-kasus kezhaliman kepada “Misbakhun baru” akan kembali menimpa PKS. Untuk itulah dibutuhkan “Misbakhun baru” juga untuk memenangkan kasus-kasus tersebut. Selamat untuk Misbakhun lama dan yang akan datang!

Di edit dari tulisan Abu Jaisy "Kader PKS, Tirulah Misbakhun!" (suaranews.com)

BACA JUGA YANG INI:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar