CHOOSE YOUR LANGUAGE:

CHOOSE YOUR LANGUAGE:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 30 Juni 2010

SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH PASTI SUKSES

Negeri 5 Menara
Novel yang Terinspirasi Kisah Nyata
Oleh Ahmad Fuadi

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

--BJ Habibie, Mantan Presiden RI
"Membaca buku ini, seperti bangkitnya sastrawan besar masa lalu dari Ranah Minang. Tapi kali ini nuansanya semakin luas dan mengglobal tak sebatas nusantara, apalagi terbatas pada tradisi kultural Minangkabau. Ada hal yang baru dan menarik bagi saya sebagai Gubernur, bahwa betapapun luasnya pergaulan dan modernnya peradaban yang dimasuki kehidupan anak manusia, dia tak dapat melepaskan diri sama sekali dari akar kultural yang dimilikinya. Ini sebuah kehidupan dan model baru karya sastra "anak" Minang masa kini yang berbeda dengan masa lalu, ketika Rantau masih terbatas wilayahnya. Semoga tulisan ini menjadi bahan kajian sastra modern di tanah air kita."

Buku Yang akan dibuat Filmnya
Dimensi: 13.5 x 20 cm
Tebal: 371 halaman
Harga: Rp 53.000

Pesan ? silahkan
menghubungi : 081322774612 atau langsung di
Perum Pinus Regency Blok fujiyama 6 b
Jl. sukarno hatta Bandung

BACA JUGA YANG INI:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar